Selasa, 27 Juli 2010

Puisi Taufik Ismail tentang Merokok

Puisi Taufik Ismail

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat menunjuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fakta
mereka ulama ahli hisap
haasaba yuhasibu hisaban
Bukan ahli kitab ilmu falak tapi ahli hisap rokok
Diantara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil sembilan senti panjangnya
putih warnanya
ke mana-mana dibawa dengan setia
Satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang
tampak kebanyakan mereka memang memegang rokok dengan tangan kanan,
Cuma sedikit yang memgang dengan tangan kiri
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamin dan yang sedikit golongan ashabul syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-epul diruangan AC penuh itu
Mammuut tadkhiin ya ustadz laa tasyrabud dukhaan ya ustadz
Kiai ini ruangan ber-AC penuh
Hadziihi al ghurfati maliiatun bi mukayyafii al hawai
Kalau tak tahan diluar sajalah merokok
Laa taqtuluu anfusakum. Min fadliik ya ustadz
25 penyakit ada di dalam khamr. Khamr diharamkan
15 penyakit ada di dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuhariomu alayhimul khabnaaith
Mohon ini direnungkan tenang-tenang
Karena pada zaman rasulullah dahulu
Sudah ada alcohol; suidah ada babi tapi belum ada rokok
Jadi ini PR untuk para ulama
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan


Berhala-berhala itu sangat berkuasa di negeri kita
Jutaan jumlahnya
Bersembunyi di dalam kantung baju dan celana
Dibuingkus dengan kertas berwarni dan berwarna diiklankan dengan indah dan cerdasnya
Tidak perlu wudhu atau tanyamum untuk mensucikan diri
Dtidak perlu rukuk dan sujud untuk taqorrub pada tuhan-tuhan ini
Karena orang akan dengan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap-asap tuhan ini,
Rabbana beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

be responsible with your comment....